Kamis, 13 Februari 2014

Geliat Produksi Padi Meningkat



GELIAT PRODUKSI PADI MENINGKAT



Peningkatan produksi budidaya tanaman padi dengan teknik Pengendalian Gulma berhasil diterapkan. Puluhan hektar sawah miliknya yang tadinya berproduksi rata-rata 6-7 ton perhektar kini mencapai 9.5 ton perhektar artinya naik 35%. Hal ini berpotensi membangkitkan semangat berbagi informasi keberhasilannya kepada teman-teman petani  di wilayahnya.
Rasa puas terpancar di raut wajah Kang Endin, 48 tahun seorang petani asal Lebak Propinsi Banten, ia tak menyangka lahan padinya kini bisa panen besar. Dari jumlah 15 Ha lahan yang dimilikinya 4 Ha menghasilkan 38 ton artinya rata-rata 9 ton perhektar. “Hasilnya jauh menggembirakan” ungkapnya.
Pria paruh baya tersebut mencoba teknik baru pengendalian hama terpadu yang telah ada dengan memadukan teknik pengendalian gulma secara mekanis, hasilnya luar biasa. Segera Kang Endin memperkenalkan alat tersebut ke teman-teman petani di daerahnya sambil bercerita keberhasilannya.
“Alat ini saya dapat dari si Karna (putra ke-1) katanya sedang iseng lihat di internet, kemudian dia mengajak “patungan” untuk membeli dan mencoba alat tersebut. Menurutnya bisa mengurangi biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi padi.

Ternyata yang di sarankan ‘si Karna’ itu benar, biasanya ‘ngarambet’ pake 6 orang perhektar sekarang cukup saya sendiri juga bisa dan selesai dalam 1 hari. Sudah tentu upah ‘ngarambet’ yang seharusnya dikeluarkan Rp 400,000/perhari untuk 6 orang bisa dihemat. Apalagi ‘ngarambet’ biasa dilakukan 4-5 kali sampai mau panen.
Kini sawahnya menjadi tumbuh sehat, jumlah anakan padinya juga tumbuh lebat karena tanahnya dapat pasokan udara yang cukup dan bersih bebas dari gangguan gulma (rumput) pengganggu. Kang Endin puas dan kini tertawa lebar, uji coba menggabungkan teknik PHT yang diterima dari penyuluh dan dikombinasikan dengan teknik pengendalian gulma mekanis berbuah manis.
“Alat ini (power weeder) saya beli dari Jakarta di PT. Lentera Kumala Megah”, ujar si Karna dengan bangga karena sudah membantu orang tuanya sambil menutup pembicaraan.   






tags: power weeder, alat penyiang gulma, mesin penyiang gulma, gulma, alat pertanian, mesin pertanian, mesin tepat guna

Senin, 03 Februari 2014

Green House - Shading House

  1. GREEN HOUSE / PLASTIC HOUSE

Green house / Plastic house adalah bangunan tembus sinar matahari tempat suatu proses produksi pertanian, kehutanan dan perikanan dilaksanakan.

Green house / Plastic house banyak digunakan pada usaha produksi yang modern. Karena sarana produksi tersebut padat teknologi sehingga mampu meningkatkan produksi dan efisiensi kerja per satuan luas areal.

Selain untuk meningkatkan produksi, penggunaan green house / plastic house juga akan mengurangi resiko kegagalan usaha dengan meminimalisasi ketergantungan proses produksi terhadap alam seperti kondisi cuaca yang tidak diharapkan serta gangguan hama penyakit dan tanaman.

 Ada berbagai jenis material yang dapat digunakan untuk membangun green house. Tetapi yang terbaik menggunakan material besi hot dipped galvanish dan pemasangan knock dsown. Tehnik ini bertujuan agar struktur green house tahan lama dan sanitasi lingkungan lebih higienis, dimana gangguan hama penyakit diminimalisasi.
Type / bentuk green house juga bermacam – macam, tetapi secara garis besar ada tiga type yaitu type Tunnel - type Piggy Back- type Single / multispan.

 
2. SHADING HOUSE


Shading house adalah bangunan berpeneduh, memiliki atap berupa jala / net yang dapat dilewati cahaya dengan intensitas tertentu. Intensitas cahaya yang dilewatkan bervariasi tergantung kebutuhan tanaman, bisa 30%, 50%, 60%, 70%, 80%.

Fungsi shading house adalah untuk melindungi bibit tanaman / tanaman terhadap sinar matahari secara penuh yang dapat membakar atau menurunkan vigouritas bibit tanaman / tanaman.

Biasanya digunakan pada aklimatisasi tanaman, transisi setelah keluar dari green house, proses penyapihan, transport bibit jarak jauh, penyimpanan stock bibit, transit bibit sebelum ke lahan terbuka atau ditanam di lapang.

Jala / net yang digunakan sebagai atap disebut shading net. Material net bermacam – macam jenisnya, ada yang berbentuk pita plastik dijalin pita plastik, ada pita plastik dijalin benang monofilamen, ada juga yang keseluruhannya terbuat dari benang monofilamen umumnya berbahan dasar polipropilen.

Yang terbaik adalah net yang berbahan dasar benang monofilamen, selain umur pakainya lebih panjang (dapat sampai 8 tahun) juga bila hujan air yang jatuh ke media akan berupa kabut, berbeda dengan bahan pita air hujan yang jatuh akan berupa tetesan air. Pemasangan atap net dapat secara paten ( fix ) dapat juga secara buka tutup (moveable).

Produk dan jasa perusahaan kami adalah :

  • Mendesain dan membangun green house / plastic house / shading house
  • Mendesain dan membuat system irigasi dan fertigasi .
  • Membuat rak tanaman / benches.
  • Mendesain dan membuat pottray, polytube polypropilen , termasuk membuat mouldingnya.
  • Pengadaan plastik anti UV, plastik mulsa dan polybag.
  • Pengadaan kontainer plastik, box plastik untuk paska panen
  • Pengadaan shading net dan insect screen.

Kami juga merupakan kontraktor dan supplier untuk:

  • Green House
  • Shading House
  • Sistem Irigasi
  • Cooling System
  • Fogging System
  • Benches
  • Rak Tanaman
  • Trolley
  • Pottray
  • Polytube
  • Tray
  • Moulding Tray & Polytube
  • Biotube
  • Polybag
  • Plastik Mulsa
  • Plastik Anti UV
  • Solar Wave
  • Plastic Container
  • Shading Net
  • Insect Screen


Berikut beberapa contoh Green House - Shading House yang telah kami pasang di beberapa daerah :














Tags: Screen House, Green House, Shading House, Rumah Tanam, Screen Tanaman, Pembibitan, Perkebunan, Hortikultura, Peralatan Green House, Pertanian, Usaha Pertanian

Sabtu, 01 Februari 2014

Mesin Guludan/Bedengan


Mesin Guludan/Bedengan




Mesin ini berfungsi untuk membuat alur tanam/ guludan pada lahan kering sebagai pengganti dan penghematan biaya buruh cangkul yang semakin langka dan mahal.  Biasa digunakan untuk lahan tanaman Hortikultura, Florikultura, Pembibitan dan Pembukaan Perkebunan Baru. Tingkat kedalaman guludan/bedengan dapat diatur dengan mengatur posisi tuas tungkai.

Spesifikasi Teknis Mesin
Type                       : Berjalan
Panjang                   : 1400mm
Lebar                      : 250mm
Tinggi                      : 600mm
Lebar Kerja              : 600mm
Kedalaman Kerja       : 250mm
Sistem penyalaan      : Tuas Tarik
Mesin                       : 4 Tak, Berpendingin Udara
Tenaga Maksimum      : 8500 RPM
Kapasitas Tanki Bahan Bakar  : 1,0 Liter
Perbandingan Oli Campur      : 25:1
Berat keseluruhan                : 60Kg
Kelengkapan                        : -  1 (satu) set Roda Pengendali dan 1 (satu) set Tuas Penyapu

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami




tags: bedengan, guludan, mesin bedengan, alat bedengan, traktor mini, alat pengolah tanah, mesin pengolah tanah, pertanian, lahan, pembibitan, hortikultura, florikultura, cangkul, cultivator